Setelah itu, dibawa ke mana?
Senja itu telah pergi, ditinggalkannya sebongkah kenangan. Pelan-pelan ia kembali, mengukir kembali ingatan para penikmat senja.
“Aku tidak mau mengingatmu lagi!”, ujar si penikmat senja.
“Jangan bohong, nuranimu yang memanggilku kembali”, jawab si senja.Kususuri setiap langkah menuju senja. Apa yang kudapat? Tersesat. Mau dibawa kemana lagi aku? Entahlah, mungkin kembali terombang-ambing.
(Source: eliseisaturd, via libbre)
Carissa Florentina
“Dibaca Karis, dipanggil Cars”
Kalo belum berubah atau kalo saya tidak salah sih begitulah homepage dia punya.
Lahir pada beberapa hari yang lalu namun di tahun yang sudah terlampau jauh di belakang. Jadi beginilah, ucapan maaf saya sekaligus doa saya.
Penampakan luarnya menunjukkan sesuatu yang lain dari kebanyakan abege-abege seumuran dia. Bukan, bukan karena dia punya gigi taring yang menjulur ke luar mulutnya. Tapi ya begitulah..
Dulu, saat saya masih SMP-berasa tua bener yah-salah satu makhluk abstrak yang ternyata bisa bersinkronisasi dengan otak saya, ya dia ini. Anehnya terakhir kita pergi jalan bersama-maunya menghabiskan waktu berharga bersama teman lama-kita malah berakhir dengan alat-alat canggih milik masing-masing (yeaah remember that day). Mungkin karena sudah terlalu lama tidak bertemu, dan you know lah, mungkin memang benar kita ini alien, Cars.
Ingat dulu kami pernah sedikit berselisih dengan dua orang teman dekat kami juga waktu itu, aku sudah lupa karena apa penyebabnya. Kalo dipikir-pikir mungkin itu salah satu bentuk ke-ababil-an kami saat itu, atau mungkin tidak.
Kembali ke topik,
Jadi beginilah pandanganku untuknya,
seorang yang manis dengan menunjukkan muka seriusnya setiap saat *kemudian dijitak*
seorang yang cerdas dengan memilih jalur yang lebih dapat ia mengerti.
seorang yang penyayang dengan selalu bersabar kepada mereka yang selama ini ada untuknya, berada di dekatnya.
seorang yang jenius dengan membekali anak-anaknya (kelak) melalui tulisan-tulisannya saat ini.
seorang yang tak putus harapan dengan selalu berpikir apapun tentang segala pun yang bisa dijadikan pelajaran
dan selalu, seorang teman yang akan diingat karena pernah berbagi ceritanya kepada mereka.
harapanku hanya satu, agar kamu bisa selamat di dunia ini juga di dunia setelah ini, semoga terkabul aamiin.
Eh mungkin tidak, semoga juga setelah aku membuat ini tidak membuatmu marah. Semoga aku tidak dijitak olehmu kalau kita bertemu nanti hee :)
Selamat dan maaf kawan, detikmu kini semakin berkurang, berusaha dan tetap berjuang yak!
kata-kata tak perlu kau ucapkan jua..
asyik abisss ini mah.
Reach For The Moon
Selamanya, DG
Selamanya, itu salah satu lagu yang sering saya putar. Kalimatnya simple, bukan yang asal nyeletuk, nadanya juga halus (lu kira muka apa halus).
Nah, baru-baru ini saya buka web-nya Radit dan menemukan postingan tentang lagu itu. Iyap, pembahasannya silahkan di baca di sana. Ini kayanya versi orisinilnya, kalo yang sering saya putar sih ini
ps :jangan liat videonya, mending dengerin suaranya aja.